Dukungan STT IKAT pada STT NKRI Wujudkan Hamba Tuhan yang Menjadi Panutan

JAKARTA, LenteraKristiani.com — STT IKAT, Jakarta, memberi dukungan pada STT NKRI (Nusantara Kristen Republik Indonesia) yang baru didirikan. Dukungan tersebut diberikan selama 3 tahun sampai STT NKRI mampu mandiri. Bentuk dukungan telah dituangkan dalam dokumen kesepahaman (MoU) antara STT NKRI dan STT IKAT. Penandatanganan MoU dilakukan di Kampus STT NKRI, Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada Senin (10/8/2020). Acara Penandatanganan tersebut sekaligus Pembukaan Semester 2020/2021 dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

 

Pdt Pinehas Djenjengi Alumni STT Jakarta dan Mahasiswa Program S3 UIN Syarif Hidayatullah yang juga Dosen NKRI

Melalui mottonya: Melayani Bukan Dilayani, STT NKRI bertekad mendidik mahasiswanya menjadi hamba Tuhan yang dapat menjadi suri tauladan atau panutan bagi sesama. Tekad tersebut senada dengan kotbah Pembukaan Ibadah yang dilayani oleh Pdt Pinehas Djenjengi (sedang studi Program Doktoral di UIN Syarif Hidayatullah yang juga Pendeta Gereja Kristen Sulawesi Tengah). Ia mengutip kata-kata bijak Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tulodo. Ing ngarso itu artinya di depan. Sung berasal dari kata Ingsun yang artinya saya. Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang–orang di sekitarnya.

Ing Madyo Mbangun Karso. Ing Madyo artinya di tengah-tengah. Mbangun berarti membangkitkan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang di tengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Karena itu, seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi di lingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani. Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Jadi artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.

Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang–orang di sekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat. Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sung TulodoIng Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah di samping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang–orang di sekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat. Dngan demikian, kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat. Semoga bangsa ini makin memaknai ajaran Ki Hajar Dewantara dalam kehidupan sehari-hari. Pdt Pinehas mengambi Tema: Teruslah berkarya, tetap melayani dan rendah hati (Filipi 1:27) dengan harapan mahasiswa STT NKRI menjadi mahasiswa yang dapat berguna bagi Gereja dan Negara.

Pdt Dr Misterlian Tomana Ketua STT NKRI dan Ketua Pasca Sarjana STT NKRI Pdt Dr Jery Rumahlatu

Ketua STT NKRI Pdt Dr Misterlian Tomana MTh dalam kata sambutannya mengucap syukur bahwa STT NKRI di bawah naungan Yayasan YAKIN mendapat dukungan dari beberapa Sinode. Sinode-sinode tersebut adalah Sinode Gereja Sahabat di Indonesia (GSI), Sinode GMII, Sinode GEKINDO, Sinode GPSDI.

STT NKRI mendidik mahasiswa dengan corak Ekumenical dan Evangelical. Tahun ajaran ini STT NKRI di gelombang I telah menerima 32 mahasiswa dan diharapkan akan terus bertambah, terlebih Dosen yang mengajar memiliki kepakaran pada bidangnya. Semoga STT NKRI dapat menjawab kebutuhan Gereja-gereja dengan prinsip Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian.

“Sebagai mitra, STT NKRI adalah bagian dari STT IKAT sampai  STT NKRI dapat mandiri. Sehingga perlu adanya MoU selama 3 tahun,” ujar Dr  Ruben Nesimnasih MTh. STT NKRI mendapat dukungan afiliasi dari  STT IKAT dengan program S1 dan S2 sudah terakreditasi B sedangkan S3 terakreditasi C oleh BAN-PT. (sapta)

 

Facebook Comments

Default Comments (0)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*