Himbauan PGLII Terkait Pelaksanaan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Penolakan pemakaman jenazah pasien Covid 19 di salah satu daerah di Indonesia. Foto:Antaranews

JAKARTA,LenteraKristiani.com-Di sejumlah daerah terjadi penolakan terhadap rencana pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Hal tersebut tentu sangat disayangkan. Terkait fenomena ini, Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) mengeluarkan himbauan yang ditujukan kepada masyarakat, dan pemerintah.

Himbauan yang dikeluarkan pada 3 April 2020 ini, ditandatangani oleh Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th dan Sekretaris Umum PGLII Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.

Dalam himbauannya, PP PGLII menegaskan, pertama, kita semua harus memiliki kewaspadaan dan kehati-hatian menghadapi penularan Covid19 atau virus corona (SARS-CoV-2). Kedua, masyarakat harus lebih mencermati melindungi diri dengan memakai masker, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara berkala dan menjaga daya tahan tubuhnya sendiri, serta menaati dengan disiplin Physical Distancing atau jaga jarak fisik.

Ketiga, berkenaan dengan jenazah pasien positif Covid-19 memang berpotensi menularkan penyakit ketika jenazah belum dimakamkan, namun apabila jenazah pasien Covid-9 telah dimakamkan tidak berbahaya lagi. Masyarakat sekitar tempat pemakaman tidak berisiko terjangkit virus ini dari jenazah yang telah dimakamkan, apabila tidak melakukan kontak langsung sebelumnya.

Keempat, menghimbau agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya pemulasaran jenazah pasien positif Covid-19 kepada Rumah Sakit atau para pihak yang berwewenang menjalankan SOP pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Agar masyarakat tidak secara langsung melaksanakan pemulasaran jenazah (memandikan jenazah) dan melaksanakan pemakaman tersebut.

Kelima, dalam pelaksanaan pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19, harus tetap dapat dilaksanakan menurut agamanya, namun keluarga tidak mengikuti prosesnya dan tidak dihadiri oleh pelayat. Keenam, masyarakat tidak boleh menolak jenazah untuk dimakamkan di wilayah sekitar yang bersangkutan berdomisili, walaupun almarhum atau almarhumah sebelumnya adalah pasien positif Covid-19. Oleh karena setiap warganegara Indonesia sesuai konstitusi memiliki hak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum di manapun tanpa membedakan agama dan golongan.

Ketujuh, menghimbau kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota untuk melarang/menertibkan adanya penolakan-penolakan terhadap pelaksanaan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Pemerintah harus menghimbau  dan mengedukasi masyarakat untuk mempertimbangkan sisi kemanusiaan (HAM), maupun situasi rasa duka dari keluarga yang ditinggalkan, jika terjadi penolakan pemakaman jenazah tersebut. Menjaga yang hidup tetap sehat sama penting dengan memakamkan mereka yang telah meninggal dunia. (Marks)

 

 

Facebook Comments

Default Comments (0)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*