Kristus Menyelamatkan yang Hilang

JAKARTA, LenteraKristiani.com — Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyelenggarakan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, Kamis (30/1/2020) di Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat. Tema perayaan ini adalah “Damai Sejahtera di Bumi (Luk. 2:14)”.

Pdt Dr Ronny Mandang (Ketua Umum PGLII) menyampaikan khotbah dan pesan Natal kepada umat yang hadir. Pdt Ronny menyampaikan bahwa ada tigal hal yang memotivasi orang Kristen merayakan Natal:

Pertama, tipe orang yang disibukkan atau menyibukkan diri menjelang Natal dengan berbagai persiapan, baik di rumah, gereja, maupun di mana-mana. Bahkan banyak mal-mal atau pusat perbelanjaan sibuk sambut Natal dengan menawarkan harga dan diskon khusus. Ada kepentingan bisnis yang membungkus Natal.

Kedua, tipe orang yang karena tradisi merayakan Natal, baik tradisi yang berasal dari gereja maupun di luar gereja. Konon katanya di Jepang atau di negara-negara lain, Natal sudah menjadi tradisi yang “dirayakan” meskipun orang-orang Jepang atau mereka sedikit jumlahnya memeluk Kristen. Mereka pasang pohon Natal dan membuat dekorasi Natal, tetapi tidak pernah turut dalam ibadah Natal.

Ketiga, tipe orang yang sudah menerima keselamatan dalam Kristus, sehingga merayakan Natal sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah menjadi manusia melalui kelahiran (Natal) Yesus Kristus. Tipe yang terakhir inilah mereka telah menerima damai sejahtera di Bumi sebagaimana kesaksian dalam Injil Lukas 2:14.

Natal adalah awal pewartaan keselamatan dari Allah Bapa di Surga kepada seluruh ciptaan di bumi. Kristus lahir datang membawa kabar baik keselamatan. Dia datang mencari yang hilang. Yang hilang karena tertimpa bencana, sakit-penyakit, kuasa-kuasa kegelapan, teraniaya, tersingkirkan, terpinggirkan, terbuang, tertindas, terkekang, terpenjarakan, dan sebagainya.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh perangkat PGLII yang berperan aktif dalam acara ini. PGLII dalam kebersamaannya dengan aras-aras gereja di Forum Komunikasi Umat Kristen Indonesia (FUKRI) turut mengundang juga PGI, KWI, PGPI, Bala Keselamatan, GOI, Baptis, dan GMAHK. Terima kasih juga buat tuan dan nyonya rumah Sinode GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah) yang menyediakan tempat,” sambut Robby Repi selaku Ketua Panitia.

Acara perayaan ini diisi persembahan pujian dari Paduan Suara Mahasiswa STT IKAT dan Choir GSJA. Acara berjalan secara hikmat dan diakhiri dengan santap makan malam bersama.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Facebook Comments

Default Comments (0)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*