Momentum Doa “Takhta-Nya 24/40” Diisi 276 Group Selama 23 Hari

Pdt Tony Mulia, pemrakarsa Acara Takhta-Nya 24/40.

JAKARTA, LenteraKristiani.com — Sejak digulirkan pada 8 Juli 2020, Momentum Doa “Takhta-Nya 24/40” sudah diisi 276 grup dari berbagai denominasi gereja dan komunitas Kristiani. Acara yang diselenggarakan JDN (Jaringan Doa Nasional) ini telah diakses  dari berbagai kota, pulau-pulau yang ada di Indonesia (dari Sabang sampai Merauke) dan dari berbagai denominasi Gereja. “Ini adalah sebuah gerakan yang telah memperkuat hubungan dan komunikasi di antara Tubuh Kristus di kota-kota dan desa-desa, sebagaimana Visi dan Misi JDN,” ungkap Pdt Tony Mulia dalam konferensi pers melalui aplikasi Zoom, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Pdt Tony Mulia menjadi pemerkasa acara ini menyatakan: “24/40 bukan cuma 24 jam 40 hari, tetapi seperti 24 tua-tua yang melemparkan Mahkotanya, di mana hanya Tuhan Yesus yang memiliki Mahkota.”

“Acara ini sebelumnya tidak direncanakan, namun pada 19 Juni lahir ide ini. Pada 22 Juni kita mengadakan pertemuan dengan mengundang anak-anak muda. Kalau saya merasa tidak sanggup lagi menyelenggarakan acara ini. Puji Tuhan, anak-anak muda mampu memimpin dan merancang acara ini dengan luarbiasa,” tegas Pdt Tony.

Seorang anak muda bernama Wimpy mengusulkan temanya dari Yesaya 66:1, kemudian disosialisasikan kepada para Fasilitator Nasional dan para pemimpin Gereja yang hadir. Semua setuju dengan tema tersebut, bahkan juga direspons para hamba-hamba Tuhan dari luar negeri. Ini semua karena Tuhan ingin menyatakan Takhta-Nya di bangsa ini.

Beberapa hamba Tuhan dan sekaligus pemimpin gereja menyatakan apresiasinya terhadap Acara Takhta-Nya 24/40 ini. Mari kita simak apa respons mereka.

Pdt Dr Bambang Wijaya berkata bahwa ia yakin Tuhan telah menaruh visi-Nya di hati Pdt Tony untuk membawa kita mengalami pemulihan di bangsa dan negeri kita. Ini suatu kehormatan, ketika Tuhan memanggil untuk menyediakan Takhta bagi Tuhan berkarya di tengah-tengah bangsa kita, kehormatan bagi gereja-gereja Tuhan, memanggil gereja-gereja-Nya terlibat dalam menghadirkan syalom-Nya di tengah-tengah masyarakat. Roh Tuhan melawat, karena Roh Tuhan memerdekakan, membaharui, memulihkan, dan menghidupkan.

Pdt Gomar Gultom (Ketua Umum PGI) menyampaikan: “Menyambut gembira Penyelenggaran Pujian dan penyembahan ini. Rasanya selama ini kita terlalu fokus pada masa sulit sehubungan dengan pandemi Covid 19, tanpa mengabaikannya, sangat dibutuhkan fokus kepada Tuhan yang diistilahkan kita ikut berperang bersama Tuhan. Kita memerangi Covid-19 dengan segala akibat yang ditimbulkannya. Momentum Doa 24/40 ini sebagai bentuk latihan rohani bagi kita untuk seterusnya ikut menaruh Takhta Tuhan sebagai Prioritas di hidup kita. Ini menumbuhkan hrapan, kemungkinan baru yang melahirkan semangat baru untuk membangun bangsa ini keluar dari masa-masa sulit.”

Pdt Dr Nus Reimas berkomentar bahwa ini merupakan suatu kehormatan dan suatu terobosan yang belum pernah terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Kita mengapresiasi pelaksanaan 24/40 yang memberi keyakinan bahwa bila kita fokus kepada Tuhan, apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, Dia yang berdaulat, Dia yang bertakhta di atas Takhta yang Maha Tinggi dan mengendalikan segala sesuatu. Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong dan pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Karena itu, dalam kebersamaan kita sebagai umat Tuhan, bila kita merendahkan diri dan berdoa mencari wajah Tuhan, fokus kepada Takhta Tuhan dan Tuhan pasti akan bertindak memulihkan bangsa kita.

Dr Iman Santoso merespons: “Bila Tuhan ada di Takhta-Nya berarti kerajaan-Nya datang dan semua mata tertuju pada-Nya. Dosa mulai terjadi karena kita masing-masing mengalihkan mata kita dari kehendak Tuhan kepada kehendak diri kita sendiri. Berita kerajaan Allah adalah berita sentral dalam PL dan PB. Berita Yesus ketika Yesus mulai datang, Dia berkata waktunya sudah genap kerajaan Allah sudah dekat. Kita sedang menantikan kerajaan Allah secara sepunuhnya dalam kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Acara ini merupakan bagian intensitas orang yang sedang jatuh cinta kepada Tuhan dan keinginan Umat Tuhan untuk bersatu berada dibawa Takhta Pemerintahan Tuhan. Bila hal itu terjadi mujizat apapun bisa terjadi. Biarlah Nama Tuhan dipermuliakan di seluruh Tanah Air.

Pdt Ronny Daud Simeon menyatakan bahwa penekanan pujian penyembahan di Indonesia banyak ditekankan kepada keintiman kepada Tuhan. Itu adalah harus seperti rajawali yang harus terbang dengan dua sayap. Ilustrasinya bahwa sayap kiri adalah sayap keintiman dengan Tuhan “kedekatan dan keserupaan”. Semakin intim dengan Tuhan semakin kita dibawa kepada keserupaan dengan Tuhan. Keintiman memang sangat dekat dengan cinta, kasih, dan anugerah. Tetapi Rajawali harus terbang dengan kedua sayap. Sayap yang satunya adalah seperti di dalam Ibrani 12:28-29. Sayap yang kanan Api yang menghanguskan yang harus ditegaskan di Indonesia, Tuhan bukan cuma penuh kasih, tetapi juga api yang menghanguskan. Api yang menghanguskan, datang kepada-Nya dengan hormat dan dengan sikap hati yang benar di hadapan Tuhan. Keintiman yang dipadukan dengan Taku akan Tuhan. Dalam doa pujian dan penyembuhan mengutip ayat-ayat firman, tetapi dilagukan. Tefilah dalam bahasa Ibrani: doa yang dilagukan. Biarlah Indonesia, di bumi ini seperti di surga.

Pdm Charles Jonan (Fasilitator Umum JDN). Kadang kita tidak mengerti apa yang Tuhan ingin
kita lakukan. Banyak hal JDN berjalan dengan Iman. Tuhan memberi Visi kepada JDN agar terjadinya kesatuan doa dan kebersamaan bagi gereja-gereja yang ada. Saat acara ini mulai dibicarakan, sambutan kota-kota sangat antusias. Kita tidak mungkin bisa menggerakkan kota demi kota, apalagi selama 24 jam 40 hari. Banyak pihak yang harus terlibat. Apakah kita sanggup? Apa yang kita lakukan adalah berjalan dengan iman, membangun Takhta Tuhan, dengan membangun Mezbah-mezbah, yaitu melalui doa, pujian dan penyembahan. Tuhan bertakhta di atas pujian-pujian Umat-Nya. Pada waktu kita membangun Takhta Tuhan, Dia hadir. Inilah keinginan Tuhan agar di setiap tempat, kota, dan provinsi.

Stanley (JDPN) menanggapi bahwa Doa 24/40 menjadi hal yang luarbiasa bagi anak-anak muda. Anak-anak muda berperan besar. Banyak anak muda yang terlibat bergerak bersama-sama dalam Momentum 24/40. Yoel 2:11, Tuhan yang memimpin pasukan-Nya, menjadi anak-anak Tuhan yang akan melakukan firman dengan kuat dan menjadi pasukan yang sangat banyak dan tidak terhitung. Kegerakan doa 24/40 dan generasi muda yang akan dilahirkan dan yang sudah lahir tidak akan ada yang akan menahannya. Tuhan sendiri yang memimpin. Bergerak bersama-sama, dan menerima legacy dari Bapa-bapa rohani dan meneruskannya kepada generasi berikut-Nya.

Pdt. Daniel Pandji menyampaikan: “24/40 merupakan inisiatif yang sangat luarbiasa, seperti Yosafat memutuskan untuk mencari Wajah Tuhan, Takhta itu tidak kosong. Kejadian 28:20, Nuh membangun mezbah bagi Tuhan saat Nuh pertama kali keluar dari Bahtera. Aksi yang luarbiasa di mana Nuh dan keluarganya pertama–tama membangun Mezbah bagi Tuhan. Menjadi bagian dengan mengajak yang pertama kali keluarga kita turut bersama membangun Takhta bagi Tuhan. Waktunya melihat Wajah Tuhan, mengetahui pikiran-pikiran Tuhan bukan sekadar pertolongan Tuhan. Melemparkan semua kebanggan kita, lemparkan mahkota kita, kebanggan pada ministry kita, denominasi, gereja, organisasi dan memandang sang Raja di atas segala Raja, pemulihan akan terjadi bagi Indonesia dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Pdt. Andy Mulyadi mewakili Fasilitator dari Sulawesi. Kebergantung kepada Tuhan yang hanya
bisa kita lakukan hari-hari ini. JDN mengajak seluruh umat Tuhan untuk menaikan pujian
penyembahan kepada Tuhan. Bukan hanya satu dua kota, tetapi kita bersama-sama dari Sabang sampai Merauke. Kita percaya hadirat-Nya hadir. Pada Waktu Hadirat Tuhan hadir, maka pemulihan segala sesuatu terjadi. Seperti kisah Yakub ketika selesai dari rumah Laban, lalu bergulat dengan Tuhan. Setelah bergumul dengan Tuhan, Yakub diberi nama baru, Israel. Setelah kita selesai bergumul dengan Tuhan selama 40 hari, Indonesia akan menerima nama yang baru bagi Indonesia.

Andreas Soestono. Bersyukur 24 jam selama 40 hari kita menaikan doa syafaat, pujian, penyembahan kepada Tuhan. Kebiasaan untuk tetap berdoa seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di dalam 1 Tes 5:16, bukanlah sesuatu yang mudah. Kata tetaplah berdoa bukanlah hal yang mudah, artinya kita sudah punya kebiasaan. Melalui doa 40 hari ini selama 24 jam, kita sedang membangun suatu kebiasaan untuk masuk di dalam hadirat Tuhan. Setiap saat memuji dan menyembah Tuhan. Ada hal-hal yang luarbiasa yang akan kita alami di dalam hadirat Tuhan. Seperti Tuhan Yesus saat mengalami penyaliban Tuhan Yesus berdoa dan mengalami kunjungan Tuhan, maka situasi seperti ini saat kita berdoa kita pasti akan mengalami kunjungan Tuhan.

Pdt Jeffry Hutabarat mewakili regional wilayah Barat. Waktu-waktu ini, adalah waktu-waktu yang memang dipersiapkan Tuhan untuk membawa Gereja Tuhan untuk lebih lagi membangun mezbah doa. Doa 24 jam selama 40 hari ini. Inilah waktu peperangan, 1 Korintus 14:8. Doa-doa kita selama 40 hari kedepan menjadi suatu nafiri yang akan dibunyikan, sebagai wake up call untuk lebih lagi mezbah doa, karena kedepan segala sesuatunya berubah dan tidak sama lagi. Anggur baru hanya dapat dicurahkan kalau wadah kita juga sesuatu yang baru.

Pdt Mulyadi Sulaeman. 24/40 Momen yang luarbiasa yang Tuhan berikan kepada kita, ada maksud Tuhan di tengah-tengah segala rencana kita. Membaca 1 ayat dan belum terlalu mengerti Kis. 13:40-41 dan kiranya dalam Momen acara Takhta-Nya Tuhan akan membukakan. Ini waktu Tuhan sedang melakukan yang besar di masa kita seperti Tuhan memakai Daud.

Pdt Welyar Kauntu sebagai pemimpin penyembahan dalam acara Pembukaan ini menyampaikan: “Tuhan sedang membawa Gerejanya dalam suatu dimensi yang baru. Iblis sepertinya sedang membungkam Gereja Tuhan, namun justru sekarang Tuhan sedang membawa penyembahan kita kepada suatu dimensi yang baru, yang tidak bergantung kepada suasana. Tuhan sedang membawa Gereja-Nya ke dalam penyembahan yang makin dewasa. Justru saat ini di rumah-rumah Tuhan, di ruangan-ruangan pribadi, saat kita umat Tuhan menyembah Tuhan, justru yang demikian yang diinginkan Tuhan, tulus, simple tanpa direkayasa. Penyembahan bukan tentang musik yang bagus tetapi hati yang dibawa kepada Tuhan. 24/40 akan mendatangkan hal yang luarbiasa di mana hal yang besar akan dinyatakan.

Hal yang perlu diketahui bahwa, acara doa ini sebagian besar pelaksananya, baik panitia secara teknis maupun para pengisi acara mayoritas anak-anak muda. Selain keterlibatan anak-anak muda yang mayoritas, gerakan doa 24/40 juga didukung olhe hamba-hamba Tuhan dari luar negeri, di antaranya adalah Bill Johnson (USA), Suzette Hattingh (Germany), Yang Tuck Yoong (Singapore), David Demian (Canada), Gideon Chiu (Canada), dan Roy Zhang (China).

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Facebook Comments

Default Comments (0)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*