Pelantikan Pengurus YUKI Periode 2020-2025

Anggota Pengurus Yayasan Unversitas Kristen Indonesia (YUKI) Periode 2020-2025 saat mengucapkan janji dalam proses pelantikan, yang didampingi oleh Sekretaris Umum PGI

JAKARTA, LenteraKristiani.com — Ir. Amsa Maruli Parlindungan Sitanggang, Arion M.H. Hutagalung, SH, MH, Ir. Eddy Rainal Sinulingga, MBA, Dr (K) Eddy Rudiyanto, SKM, Endang Indriati, Eva Simatupang, SH, Fresley Hutapea, SH, Ir. Herald Siagian, Ir. Jesua Un, Johan Tumanduk, SH, dan Ir. Tadius Gunadi, MA adalah Anggota Pengurus Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) Periode 2020-2025. Mereka telah dilantik pada Selasa (3/3/2020), di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Gedung FK UKI Cawang, Jakarta Timur.

Proses pelantikan dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina YUKI, Dr. Maruarar Siahaan, SH. Pada kesempatan itu, pengurus baru mengucapkan janji pelayanan di hadapan pimpinan UKI, dosen, mahasiswa, dan alumni UKI. Setelah itu, penandatanganan berita acara secara bergantian.

Usai pelantikan, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru. “Atas nama MPH-PGI, saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan yang telah diberikan oleh Pengurus Yayasan UKI Periode sebelumnya. Selamat atas terpilihnya Pengurus Definitif Yayasan UKI Periode 2020-2025. Kiranya kehadiran Pengurus Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) Periode 2020-2025, dapat menjadikan UKI sebagai perpanjangan tangan gereja-gereja di Indonesia, dalam bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi,” katanya.

Sekretaris Umum PGI menambahkan, sebagai pengurus, pelayan, sekaligus warga gereja, dia sungguh bangga menemukan fakta-fakta historis bahwa gereja-gereja di Indonesia, sejak awal telah merumuskan sikap dan panggilan mereka di dunia Pendidikan Tinggi di negeri ini, setidaknya melalui pendidirian UKI, STT Jakarta, dan BPK Gunung Mulia.

“Kini UKI telah berkembang pesat sebagai universitas Kristen unggulan dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dipedomani oleh Pancasila serta sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Di tengah digdayanya era disrupsi akibat ritme perubahan dunia yang sangat cepat dan masif, UKI dituntut untuk terus-menerus melakukan transformasi secara inovatif, sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang berdaya saing global,” jelasnya.

Selain itu, sebagai universitas yang terlahir dari pergumulan gereja-gereja di Indonesia, UKI diharapkan tetap berada dalam spirit Sunhodos/berjalan bersama dengan gereja-gereja di Indonesia saat ini. Pergumulan UKI adalah pergumulan gereja-gereja di Indonesia. Begitu pula sebaliknya, pergumulan gereja-gereja di Indonesia, adalah bagian dari pergumulan UKI.

Sebab itu, lanjutnya, untuk memenuhi tuntutan itu, diperlukan kerjasama, regenerasi dan transparansi yang baik antara Pengurus, Pembina dan Mitra-mitra Yayasan UKI sehingga UKI tetap menjadi garda terdepan bagi seluruh Universitas Kristen di Indonesia dalam merespons permasalahan bangsa, serta melahirkan generasi bangsa yang unggul dengan keimanan yang kokoh kepada Tuhan.

Ketua Dewan Pembina YUKI, Dr. Maruarar Siahaan, SH, kepada wartawan mengatakan, dia berharap agar pengurus baru ini, yang kebanyakan tenaga muda dan profesional, dan memiliki pengalaman yang sangat banyak, dapat membawa UKI maju ke depan untuk menjawab tantangan, di dalam zaman distrubsi ini.

“Sekarang ini yang menjadi paradigma adalah kompetisi, dan kerjasama. Satu sisi kita berkompetisi dengan semua organisasi atau lembaga pendidikan, tetapi juga harus mampu bekerjasama untuk bisa menyamakan standar kita. Karena kalau dilihat dari sudut akreditasi memang UKI dengan usia yang 65 tahun sudah ketinggalan. Karena itu, pelantikan ini saya kira menjadi momentum. Tetapi tentu ada, syaratnya juga bahwa mereka harus bekerja serius dan terencana, dalam satu managemen perubahan, yang bisa memperhitungkan secara strategi apa yang harus dilakukan untuk membangun UKI, dan dapat diukur dengan suatu parameter-parameter yang dipakai oleh semua yayasan di bidang perguruan tinggi dan rumah sakit,” katanya.

Maruarar juga mengingatkan, sebagai pengelola YUKI, pengurus harus taat kepada Anggaran Dasar YUKI, dan implementasi visi YUKI harus memerhatikan keragaman suku bangsa, dan dengan berlandaskan nilai-nilai Kristiani, baik dalam pendidikan maupun rumah sakit. Hal ini  dapat diraih jika konsep kepemimpinan adalah konsep sebagai hamba untuk melayani seluruh stakeholder UKI, dan meneladani Kristus.

 

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

 

Facebook Comments

Default Comments (0)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*